PSIKOTERAPI DAN KONSELING

Apasih itu psikoterapi? Ya kali ini blog saya akan membahas tentang berbagai macam yang mengandung unsur dari tema kita saat ini, yakni “psikoterapi”. Untuk itu yuk dilihat dari definisi psikoterapi terlebih dahulu..

Berdasarkan uraian-uraian beberapa tokoh,terutama dibidang keahliannya dalam psikoterapi, yakni L.R.Wolberg (1954) merumuskan bahwa psikoterapi sebagai suatu bentuk perawatan (perlakuan, treatmen) terhadap masalah yang timbul yang asalnya dari faktor emosi pada mana seorang yang terlatih, dengan terencana mengadakan hubungan profesional dengan pasien dengan tujuan memindahkan, mengubah sesuatu simtom dan mencegah agar simtom tidak muncul pada seseorang yang terganggu pola perilakunya, untuk meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan pribadi secara lebih positif. Wolberg menggunakan kata treatment karena sedikit banyak terpengaruh oleh kata  terapi pada psikoterapi dalam dunia kedokteran yang tentu jelas artinya yakni tindakan pengobatan dalam menyembuhkan pasien dan mempergunakan obat untuk merawat atau menyembuhkan seseorang dengan kelainan kepribadian atau kelainan jiwa.

Sementara itu kita akan melihat dari tujuan psikoterapi. Hahn dan Maclean (1955), mengemukakan bahwa tujuan konseling yakni menitikberatkan pada upaya pencegahan agar penyimpangan yang merusak dirinya tersebut tidapk dapat timbul. Sedangkan psikoterapi terlebih dahulu menangani penyimpangan yang merusak dan baru kemudian menangani usaha pencegahannya yang bertujuan  untuk penyembuhan.

Unsur-unsur psikoterapi itu sendiri dari juga ada yang aktif dalam pekerjaan reparasi emosional yaitu hubungan baik dan rasa percaya antara klien dan terapis yang bergerak bersama dengan baik serta terbukanya aliran emosi yang lebih bebas antara klien dengan terapis. Dalam hal ini termasuk peran sosial psikoterapis, hubungan (persekutuan terapiutik), hak, retrospeksi, re-edukasi, rehabilitasi, resosialisasi, dan rekapitulasi. Unsur-unsur psikoterapiutik dapat dipilih untuk masing-masing pasien dan dimodifikasi dengan berlanjutnya terapi tersebut.

Nah perbedaan antara psikoterapi dengan konseling yaitu kedua termonologi ini dianggap perlu terus untuk dilakukan agar jelas keprofesiannya dan perlu diketahui oleh masyarakat agar ada kejelasan dan tidak menimbulkan keraguan-keraguan. Apalagi ada organisasi atau perkumpulannya masing-masing yang bisa tidak sama disiplin keilmuannya, namu melakukan kegiatan yang sama atau hampir sama. Agar bisa mengupas kedua hal ini secara lebih sempurna, ada baiknya memahami dulu faktor lain yakni psikoterapi itui sendiri.

Bagaimana Psikoterapi melakukan pendekatan terhadap mental illness? Ada dalam beberapa hal yaitu pendekatan pkianalisis, humanistik, behavioristik dan lainnya.

  1.  Pendekatan Psikoanalis

Banyak menekankan faktor ketidaksadaran dan berlandaskan pada pengaruh aspek biologis dan berfokus pada mengubah masalah perilaku, perasaan dan pikiran dengan cara memahami akar masalah yang biasanya tersembunyi di pikiran bawah sadar. Didalam psikoanalisis ini, tokoh yang berperan yaitu Sigmund Freud, Jung, Adler, Sullivan, Rank, Fromm, Horney, Erikson.

2.  Behavioristik

Menurut Ellis (Subandi dalam Tooyibi, M & Ngemron, M) , pendekatan yang cukup dekat dengan behavioristik adalah pendekatan kognitif, yang menekankan proses berpikir rasional dalam terapi. Pendekatan ini memandang manusia dari sudut perilaku yang tampak, yang bisa diobservasi dan dan dikuantifikasi. Didalam behavioristik ini, tokoh yang berperan yaitu Sigmund Freud.

3.  Humanistik

Pendekatan ini sangat mementingkan nilai-nilai kemanusiaan pada diri seseorang dan  lebih berfokus pada memodifikasi pola pikiran untuk bisa mengubah perilaku. Didalam humanistik ini, tokoh yang berperan yaitu May, Maslow, Frankl, Jourard.

Terakhir kita akan membahas tentang bentuk-bentuk utama dari terapi itu sendiri. Yaitu antara lain:

  1. Penyembuhan Supportif (Supportive Therapy) merupakan perawatan dalam psikoterapi yang mempunyai tujuan untuk memperkuat benteng pertahanan atau yang disebut juga sebagai harga diri atau kepribadian.
  2. Reeducative Therapy. Suatu metode penyembuhan yang mempunyai tujuan untuk mengusahakan penyesuaian kembali, yakni perubahan atau modifikasi sasaran/tujuan hidup, dan untuk menghidupkan kembali potensi.
  3. Reconstructive Therapy. Penyembuhan rekonstruktif mempunyai tujuan untuk menimbulkan pemahaman terhadap konflik yang tidak disadari agar terjadi perubahan struktur karakter dan untuk perluasan pertunbuhan kepribadian dengan mengembangkan potensi.

Sumber:

Gunarsa, Singgih D. 2007. Konseling Dan Psikoterapi. Jakarta: PT BPK Gunung Mulia.

Residen Bagian Psikiatri UCLA. 1997. Buku Saku Psikiatri. Jakarta: Buku Kedokteran EGC.

Prof. DR. H. Muhammad Surya. (2003). Buku Psikologi Konseling. Bandung: Pustaka Bani Quraisy.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s