Psikologi Manajemen (Pertemuan 2)

Pengorganisasian Struktur Manajemen

A. Definisi Pengorganisasian

Menurut Williams Chuck, Deciding where decision will be made, who will do that jobs and task, and who will work for whom (memutuskan dimana keputusan akan dibuat, siapa yang akan melakukan pekerjaan dan tugas itu, dan siapa yang akan bekerja serta untuk siapa pekerjaan itu dilakukan.

Menurut Daft Richard, Pengorganisasian merupakan sebuah kegiatan pemanfaatan sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan strategis.

Pengorganiasasian adalah langkah untuk menetapkan, menggolongkan dan mengatur berbagai macam kegiatan, menetapkan tugas-tugas pokok, wewenang dan pendelegasian wewenang oleh pimpinan kepada staff dalam rangka mencapai tujuan organisasi.

Jadi pengorganisasisan adalah suatu kegiatan pengaturan pada sumber daya manusia dan sumber daya fisik lain yang dimiliki perusahaan untuk menjalankan rencana yang telah ditetapkan serta menjalankan rencana yang telah ditetapkan serta menggapai tujuan bersama. pengorganisasian merupakan sebuah aktivitas penataan sumber daya manusia yang tepat dan bermanfaat bagi manajemen dan menghasilkan penataan dari karyawan.

Pengorganisasian adalah fungsi manajemen yang mengikuti perencanaan. ini adalah fungsi dimana sinkronisasi dan kombinasi sumber daya manusia, fisik dan keuangan terjadi. semua tiga sumber daya penting untuk mendapatkan hasil. oleh karena itu fungsi manajemen dalam pengorganisasian membantu dalam pencapaian hasil yang sebenarnya penting untuk fungsi perhatian.

B. Pengorganisasian Sebagai Fungsi Manajemen

Pengorganisasian adalah fungsi manajemen yang berhubungan dengan pembagian tugas. pengorganisasian mempermudah manajer dalam melakukan pengawasan dan menentukan orang yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas-tugas yang telah dibagi-bagi tersebut.

Pengorganisasian dapat dilakukan dengan cara menentukan tugas apa yang harus dikerjakan, siapa yang harus mengerjakannya, bagaimana tugas-tugas tersebut dikelompokan, siapa yang bertanggung jawab atas tugas tersebut, dan pada tingkatan mana keputusan harus diambil.

Actuating dalam Manajemen

A. Definisi Actuating

Actuating merupakan kemampuan seseorang untuk memberikan kegairahan, kegiatan, pengertian, sehingga orang lain mau mendukung dan bekerja dengan sukarela untuk mencapai tujuan organisasi atau lembaga pendidikan islam sesuai dengan tugas yang dibebankan kepadanya.

Prof. Dr. Mr. S. Prajudi Atmosudirdjo, actuating merupakan pengaktifan orang orang sesuai dengan rencana dan pola organisasi yang telah ditetapkan.

Prof. Dr. Sondang S. Siagian, MPA, actuating merupakan keseluruhan proses pemberian motif bekerja para bawahan sedemikian rupa, sehingga mereka mau bekerja dengan ikhlas demi tercapainya tujuan organisasi dengan efesien dan ekonomis.

Dari pengertian diatas, actuating tidak lain merupakan upaya untuk menjadikan perencanaan menjadi kenyataan, dengan melalui berbagai pengarahan dan pemotivasian agar setiap karyawan dapat melaksanakan kegiatan secara optimal sesuai dengan pera, tugas dan tanggung jawabnya.

Fungsi actuating berhubungan erat dengan sumber daya manusia, karena itu seorang pemimpin dalam membina kerja sama, mengarahkan dan mendorong kegairahan kerja bawahannya perlu memahami faktor-faktor manusia dan pelakukan.

B. Pentingnya Actuating

Hal yang penting untuk diperhatikan dalam actuating adalah bahwa seorang karyawan akan termotivasi untuk mengerjakan seseuatu jika :

  • Merasa yakin akan mampu mengerjakan
  • yakin bahwa pekerjaan tersebut memberikan manfaat bagi dirinya.
  • tidak sedang dibebani oleh problem  pribadi atau tugas lain yang lebih penting atau mendesak
  • tugas tersebut merupakan kepercayaan bagi yang bersanngkutan.
  • Hubungan antar teman dalam organisasi tersebut harmonis.

C. Prinsip Actuating

Menurut Kurniawan (2009), prinsip dalam actuating antara lain :

  • Memperlakukan pegawai dengan sebaik-baiknya
  • mendorong pertumbuhan dan perkembangan manusia
  • menanamkan pada mansuia keinginan untuk melibihi
  • menghargai hasil yang baik dan sempurna
  • mengusahakan adanya keadilan tanpa pilih kasih
  • memberikan kesempatan yang tepat dan bantuan yang cukup
  • memberikan dorongan untuk mengembangkan potensi dirinya

Mengendalikan Fungsi Manajemen

A. Definisi Controlling

Robbin menyatakan controlling itu merupakan suatu proses aktifitas yang sangat mendasar, sehingga membutuhkan seorang manajer untuk menjalankan tugas dan pekerjaan organisasi.

Dale mengatakan bahwa Controlling tidak hanya melihat sesuatu dengan seksama dan melaporkan hasil kegiatan mengawasi, tetapi juga mengandung arti memperbaiki dan meluruskannya sehingga mencapai tujuan yang sesuai dengan apa yang direncanakan.

B. Kontrol Sebagai Proses Manajemen

Dalam proses pengendalian manajemen, pengendalian (controlling) merupakan bagian dari fungsi manajement. fungsi manajemen meliputi, planning, organiszing, staffing, leading,and controlling (Leslie W.Rue and Lioyd L. Byars, 2000). Fungsi controlling berperan untuk mendeteski deviasi atau kelamahan yang perbaikan terhadapnya menjadi umpan balik dari suatu kegiatan yang dimulai dari tahap perencanaan hingga pelaksanaan. hal yang perlu dicakup dalam fungsi controlling adalah menciptakan standar atau kriteria, membandingkan hasil montoring dengan standar, melakukan perbaikan atas deviasi atau penyimpangan, merivisi dan menyesuaikan metode pengendalian sebagai respon atas hasil pengendalian dan perubahan kondisi, serta mengomunikasikan revisi dan penyesuai tersebut ke seluruh proses manajemen.

Controlling diperlukan untuk mengetahui apakah pelaksanaan suatu kegiatan dalam organisasi sesuai dengan rencana dan tujuan yang telah digariskan atau ditetapkan.

C. Tipe-tipe Controlling

  • Feeforward Control, sterring controls, dirancang untuk mengantisipasi penyimpangan standar dan memungkinkan koreksi dibuat sebelum kegiatan terselesaikan.
  • Concurrent Control, yaitu pengawasan Ya-Tidak, dimana suatu aspek dari prosedur harus memenuhi syarat yang ditentukan sebelum kegiatan dilakukan guna menjamin ketepatan pelaksanaan kegiatan.
  • Feedback control, past action controls, yaitu mengukur hasil suatu kegiatan yang telah dilaksanakan, guna mengukur penyimpangan yang mungkin terjadi atau tidak sesuai dengan standar.

MOTIVASI

A. Definisi Motivasi

Motif berasal dari bahasa latin movere yang berarti bergerak atau bahasa Inggrisnya to move. Motif diartikan sebagai kekuatan yang terdapat dalam diri oganisme  yang mendorong untu kberbuat (driving force). Motif tidak berdiri sendiri, tetap saling berkaitan dengan faktor-faktor lain, baik faktor eksternal, misalnya ingin belajar dengan biak agar mendapatkan lapangan pekerjaan dengan gaji yang baik, maupun faktor internal (lapar ingin makan, haus ingin minum).

Menurut Plotnik (dalam Basuki, 2008) motivasi mengacu pada berbagia faktor fisiologi dan psikologi yang menyebabkan seseorang melakukan aktifitas dengan cara yang spesifik pada waktu tertentu.

Menurut Walgito (dalam Basuki, 2008) Motivasi merupakan keadaan dalam diri individu atau organisme yang mendorong perilaku ke arah tujuan.

B. Teori-teori Motivasi

Abraham Maslow (1943;1970) mengemukakan bahwa pada dasarnya semua manusia memiliki kebutuhan pokok. Ia menunjukkannya dalam 5 tingkatan yang berbentuk piramid, orang memulai dorongan dari tingkatan terbawah. Lima tingkat kebutuhan itu dikenal dengan sebutan Hirarki Kebutuhan Maslow, dimulai dari kebutuhan biologis dasar sampai motif psikologis yang lebih kompleks; yang hanya akan penting setelah kebutuhan dasar terpenuhi. Kebutuhan pada suatu peringkat paling tidak harus terpenuhi sebagian sebelum kebutuhan pada peringkat berikutnya menjadi penentu tindakan yang penting.

Kebutuhan fisiologis (rasa lapar, rasa haus, dan sebagainya)

  1. Kebutuhan fisiologis
  2. Kebutuhan rasa aman
  3. Kebutuhan untuk merasa memiliki
  4. Kebutuhan akan harga diri
  5. Kebutuhan untuk mengaktualisasikan diri.
  • Teori Motivasi dari Vroom (1964) tentang cognitive theory of motivation menjelaskan mengapa seseorang tidak akan melakukan sesuatu yang ia yakini ia tidak dapat melakukannya, sekalipun hasil dari pekerjaan itu sangat dapat ia inginkan. Menurut Vroom, tinggi rendahnya motivasi seseorang ditentukan oleh tigakomponen,yaitu:
  • Ekspektasi (harapan) keberhasilan pada suatu tugas
  • Instrumentalis, yaitu penilaian tentang apa yang akan terjadi jika berhasil dalam melakukan suatu tugas (keberhasilan tugas untuk mendapatkan outcome tertentu).
  • Valensi, yaitu respon terhadap outcome seperti perasaan posistif, netral, atau negatif.Motivasi tinggi jika usaha menghasilkan sesuatu yang melebihi harapanMotivasi rendah jika usahanya menghasilkan kurang dari yang diharapkan

DOUGLAS McGREGOR

Mengemukakan dua pandangan manusia yaitu teori X (negative) dan teori y (positif), Menurut teori x empat pengandaian yag dipegang manajer

  1. karyawan secara inheren tertanam dalam dirinya tidak menyukai kerja
  2. karyawan tidak menyukai kerja mereka harus diawasi atau diancam dengan hukuman untuk mencapai tujuan.
  3. Karyawan akan menghindari tanggung jawab.
  4. Kebanyakan karyawan menaruh keamanan diatas semua factor yang dikaitkan dengan kerja.

Kontras dengan pandangan negative ini mengenai kodrat manusia ada empat teori Y :

  1. karyawan dapat memandang kerjasama dengan sewajarnya seperti istirahat dan bermain.
  2. Orang akan menjalankan pengarahan diri dan pengawasan diri jika mereka komit pada sasaran.
  3. Rata rata orang akan menerima tanggung jawab.
  4. Kemampuan untuk mengambil keputusan inovatif.

Achievement TheoryTeori achievement Mc Clelland (1961),

yang dikemukakan oleh Mc Clelland (1961), menyatakan bahwa ada tiga hal penting yang menjadi kebutuhan manusia, yaitu:

  • Need for achievement (kebutuhan akan prestasi)
  • Need for afiliation (kebutuhan akan hubungan sosial/hampir sama dengan soscialneed-nya Maslow)
  • Need for Power (dorongan untuk mengatur)

Teori Drive (dorongan) mengatakan bahwa perilaku didorong ke arah tujuan oleh kondisi yang mendesak (driving State) dalam diri orang atau binatang. Gagasan Freud tentang kepribadian didasarkan pada dorongan seksual dan dorongan agresif bawaan. Bila kondisi internal itu muncul, individu didesak untuk berperilaku dengan cara yang sedemikian rupa sehingga mengurangi intensitas dari kondisi mendesak tersebut. pada manusia, sekurang-kurangnya, tercapainya pengurangan kondisi terdesak itu merupakan sesuatu menyenangkan dan memuaskan

Teori Insting, Teori motivasi insting berasal dari teori evaluasi Charles Darwin. Darwin berpendapat bahwa tindakan intelligent merupakan refleks dan instingtif yang diwariskan. Oleh karena itu, tidak semua tingkah laku dapat direncanakan sebelumnya dan dikontrol oleh pikiran. McDougall menyusun daftar insting yang berhubungan dengan tingkah laku : terbang, rasa jijik, rasa ingin tahu, kesukaan berkelahi, rasa rendah diri, menyatakan diri, kelahiram, reproduksi, lapar, berkelompok, ketamakan, dan membangun.

KEPUASAN KERJA

A. Definisi Kepuasan Kerja

Dole  and  Schroeder, (dalam Koesmono, 2005)  Kepuasan  kerja  dapat  didefinisikan  sebagai perasaan dan reaksi individu terhadap lingkungan pekerjaannya,

menurut Testa dan Locke (dalam Koesmono, 2005) Kepuasan kerja merupakan kegembiraan atau pernyataan emosi yang positif hasil dari penilaian salah satu pekerjaan atau pengalaman-pengalaman pekerjaan.

B. Aspek-aspek Kepuasan Kerja

Wexley dan Yukl (1992) mereka berpendapat bahwa kepuasan kerja dipengaruhi oleh upah pekerjaan, pengawasan, teman kerja, materi pekerjaan, jaminan kerja dan promosi.

Aspek  kepuasan  kerja yang  memiliki penilaian paling tinggi adalah sifat pekerjaan, sedangkan aspek kepuasan kerja yang memiliki penilaian paling rendah adalah tunjangan.

C. Faktor Penentu Kepuasan Kerja

Menurut Wexley and Yukl ( dalam Muhaimin, 2004) Kepuasan kerja ditentukan atau dipengaruhi oleh sekelompok faktor. Faktor-faktor itu dapat dikelompokan ke dalam tiga bagian, yaitu yang termasuk dalam karakteristik individu, variabel situasional, karakteristik pekerjaan.

  • Karakter individu, yang meliputi: kebutuhan-kebutuhan individu, nilai-nilai yang dianut individu (values), dan ciri-ciri kepribadian (personality traits).
  • Variabel-variabel yang bersifat situasional, yang meliputi: perbandingan terhadap situasi sosial yang ada, kelompok acuan, pengaruh dari pengalaman kerja sebelumnya.
  • Karakteristik pekerjaan, yang meliputi: imbalan yang diterima, pengawasan yang dilakukan oleh atasan,  pekerjaan itu sendiri, hubungan antara rekan sekerja,  keamanan  kerja,  kesempatan  untuk  memperoleh  perubahan status.

Sumber : http://www.slideshare.net/ayudiah775/organisasi-dalam-manajemen-organizing

Basuki, Heru A.M. (2008). Psikologi Umum. Jakarta : Gunadarma.

Riyanti, B.P Dwi dan Prabowo, Hendro. (1998). Psikologi Umum 2. Jakarta : Gunadarma

MUHAIMIN. (2004). Hubungan Antara Kepuasan Kerja Dengan Disiplin Kerja Karyawan Operator Shawing Computer Bagian Produksi Pada PT Primarindo Asia Infrastruktur Tbk Di Bandung. Jurnal PSYCHE, Vol.1, No.1

Koesmono, H.T.(2005).Pengaruh Budaya Organisasi Terhadap Motivasi Dan Kepuasan Kerja Serta Kinerja Karyawan Pada Sub Sektor Industri Pengolahan Kayu Skala Menengah Di Jawa Timur.JurnalManajemen&Kewirausahaan.Vol.7, No.2, 171-188

https://prezi.com/7kgtcf6pggwm/manajemen-pendidikan-actuating/

http://www.slideshare.net/ayudiah775/penggerakan-dalam-manajemen

supiani.staff.gunadarma.ac.id/…/files/…/TEORI+TEORI+MOTIVASI.doc

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s