CONTOH KASUS MENUNTUT KENAIKAN UMK OLEH PARA BURUH

SUMBER : MERDEKA.COM (http://www.merdeka.com/peristiwa/buruh-di-bandung-tuntut-umk-rp-33-juta-ini-kata-ridwan-kamil.html)

TANGGAL BERITA : 3 November 2014

Merdeka.com – Elemen buruh dari Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) menuntut kenaikan upah minimum kota (UMK) dari Rp 2 menjadi Rp 3,3 juta pada 2015 mendatang. Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengaku masih mempertimbangkan tuntutan dari para buruh tersebut.

Hal itu disampaikan, Emil begitu akrab disapa, usai menerima perwakilan massa KASBI di Ruang Tengah Balai Kota Bandung, Senin (3/11).

“Saya satu tahun lalu ketika pertama jadi wali kota betul-betul meneliti dari A sampai Z kenapa buruh demo wae (terus), sekarang sudah ketemu (penyebabnya), permasalahannya ada persepsi cara menghitung. Makanya kita ilmiahkan,” kata pria berkacamataini.

Sebenarnya tidak sulit menetapkan UMK sesuai apa yang diharapkan buruh. Hanya saja jika tidak mempertimbangkan dampak lainnya, banyak perusahaan yang akan gulung tikar.

“Kalau angkanya memang ketemu kita tanyakan ke pengusaha. Kalau pengusahanya setuju ya sudah selesai mau di atas Rp 3 atau 4 juta. Kalau pengusaha sanggup kan selesai yang jadi masalah selalu pengusaha menyatakan tidak bisa,” ungkapnya.

Oleh sebab itu pihaknya sebelum menetapkan UMK melakukan beberapa pertimbangan sebelum ditetapkan dewan pengupahan.

“Saya panggil ahlinya untuk menentukan apakah dengan dinaikan segini ada dampak terhadap ekonomi keseluruhan atau tidak, ini juga sama prosedurnya yang akan dilalui,” terangnya.

ANALISIS KASUS :

Kasus ini mengulas mengenai aksi protes yang dilakukan parah buruh di Bandung. Aksi tersebut dilakukan karena mereka menuntut kenaikan Upah Minimum Kota menjadi Rp.3,3 juta pada tahun 2015 mendatang.

Berdasarkan kasus tersebut menunjukkan bahwa para pekerja tersebut (buruh) merasa ketidakpuasan mereka bekerja sehingga mengekspresikannya dalam bentuk demonstrasi seperti itu.

Ketidakpuasan kerja merupakan perasaan tidak senang atau karyawan merasa tidak seimbang antara yang dia kerjakan dengan yang ia dapat, atau hal yang harus dia kerjakan dengan hal yang kemudian dapat dihasilkan serta hal yang dia peroleh selanjutnya.

Penyebab ketidakpuasan bisa karena faktor gaji, rekan dalam bekerja dan kondisi fisik kerja. Pertama, gaji yang rendah misalnya, dapat menurunkan semangat dan motivasi karena gaji merupakan tujuan pokok dari mayoritas Masalah-masalah yang sering dihadapi karyawan antara lain ketidakpuasan kerja dan motivasi kerja. Kedua faktor itu berhubungan antara lain dengan gaya kepemimpinan manajer, manajemen kompensasi, manajemen karir, dan intensitas hubungan Profesionalisme Karyawan dengan manajemen pekerjaannya.

Caugemi dan Claypool (1966) tentang faktor-faktor yang mempengaruhi ketidakpuasan kerja sebagai berikut:

  1. Kebijaksanaan perusahaan
  2. Supervisor
  3. Kondisi kerja
  4. Gaji

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s